Saturday, 4 March 2017

Surat Dari Andini

Untuk sahabat penaku
Aku bukan wanita yang memiliki banyak kesabaran untuk menunggu tukang pos menyampaikan pesanmu
Bahkan aku tidak bisa selamanya hanya sekedar menggambarkan wajahmu di langit-langit kamarku

Keberadaanku diantara senja terasa lebih menyedihkan dari yang pernah kutuliskan untukmu
Barisan tinta hitam yang membentuk kalimat darimu juga tidak cukup untuk mewakili kehadiranmu
Bahkan puisimu

Aku memiliki suasana hati yang tidak bisa kutulis dengan pena
Jika ini rindu, aku berharap kita memiliki kerinduan yang sama
Datanglah sendiri membawa pesanmu ke Tasikmalaya
Agar kita tahu bagaimana rindu seharusnya tidak berada di seberang yang berbeda

Sahabat penaku di jogja
Aku sudah tidak mampu menulis lagi
Melalui bait terakhir dalam surat ini aku ingin melupakanmu untuk waktu yang sangat lama
Karena mengingatmu justru membuat seluruh hari-hariku menjadi terasa sangat sepi

Friday, 3 March 2017

Jangan Menunggu

Maafkan aku
Jangan menunggu

Waktu hampir membunuhku di masa lalu
Hendak menguburku dengan kenangan-kenanganku
Lalu meninggalkanku

Waktu hampir membuangku dari kenyataan
Membuatku hidup bersama ketidakpastian
Di antara banyak impian

Waktu berputar kian meracuni
Tetapi sudah kunikmati
Karena ke sana memang seharusnya hidup kujalani

Maafkan aku
Ruang kenangan di masa lalu akan menjadi tempat tinggalku

Maafkan aku
Seharusnya mimpi yang datang dalam tidurmu tidak seburuk ini

Maafkan aku
Masa depanku akan sedikit terlambat datang
Karena tidak ada waktu yang mengantarkan

Maafkan aku
Jangan menunggu

Friday, 3 February 2017

Bicara Dengan Gelap

Menjadi jati diri malam
Kau tak pernah peduli seberapa cantik matahari terbenam

Gelap
Sesungguhnya kau juga tidak cukup berani untuk menjadi malam
Dan banyak yang memiliki cahaya justru mampu bertahan
Tidak bisa kau takhlukkan

Aku tahu persis seperti apa dirimu
Yang justru bersembunyi bersamaku
Kau tidak seperti bintang-bintang yang mampu bercahaya
Atau binatang yang masih memberanikan diri untuk tetap bersuara

Kau tidak punya cukup nyali untuk tetap terjaga
Semoga kehadiranku menyelamatkanmu
Membuatmu berarti olehku yang selalu dalam kerinduan semu
Dan oleh bintang yang menjadikanmu wibawa
Atau oleh binatang malam yang selalu bernyanyi hingga pagi tiba

Malam tidak akan memiliki badai seperti lautan
Seharusnya kau tetap terima angin diantara ranting dan  dedaunan
Agar kesepianku tetap merasakan kesejukan

Gelap
Tetaplah hebat  walau cahaya terlihat angkuh
Agar kerinduanku masih bisa berteduh