Saturday, 9 December 2017

Mendung di Hari Sabtu

Lautan biru terlihat hitam putih oleh mendung kelabu
Mungkin jiwaku ikut serta abu-abu
Entah mengapa ini harus datang di hari sabtu

Tidak ada bintang yang akan meminjamkan cahayanya pada langit malam ini
Itu berarti belum ada kalimat yang tercipta olehku untuk puisi di minggu pagi

Tidak ada pilihan lain kecuali terpaksa berdamai dengan bayanganku sendiri
Karena denganmu kita masih membicarakan soal rindu dengan bahasa yang berbeda

Apapun mantra untuk menepis kesepianku malam ini
Kuharap kau yang membacanya
Meski tak mampu mengetuk hati untuk memanggil rasa yang seharusnya bisa kita nikmati bersama

Saturday, 4 November 2017

Cahaya Bintang Terakhir

Ketika hujan sudah terlanjur jatuh
Biar bersamamu aku berteduh
Temani aku menanti malam yang masih jauh

Namun jika kau memilih datang sebagai pelangi
Aku berharap kau rela memberikanku satu warna
Aku bosan dengan rona senja

Apa lagi aku sudah jenuh mengais rinduku sendiri saat matahari sudah jauh terbenam
Jadilah cahaya terakhir setelah semuanya mulai padam

Datanglah di malam hari sebagai rembulan
Walau hanya  cahayamu yang sampai kepadaku
Bersinarlah untuk membunuh kesepianku

Namun jika kau datang hanya untuk singgah sementara
Biar lukisan bayangmu tersimpan di langit-langit kamarku
Biar menjadi cahaya bintang terakhir yang menemani sebelum aku terlelap dalam tidurku

Wednesday, 4 October 2017

Sebuah Rasa

Sebenarnya perasaanku sudah lama tidak berada di tempat ini
Berkelana jauh meninggalkanmu sendiri

Aku bosan melewati malam dengan warna hitam rambutmu
Tanpa ada satupun cahaya rindu yang terlihat dari matamu

Andai aku menjadi bintang
Mungkin aku memilih singgah  lebih tinggi lagi
Samapai kau tidak mampu memandangku lagi

Aku bosan dengan wajah manismu yang sudah terlajur kuteguk
Hanya membuatku tertidur dengan potongan-potongan mimpi buruk

Andai aku menjadi matahari
Mungkin aku memilih tenggelam di sore hari
Lalu tidak akan terbit di pagi hari
Agar kau tahu betepa aku memiliki arti