Saturday, 2 September 2017

Pelangi di Atas Dermaga

Aku heran
Apa yang hendak kau cari bersama rintik hujan
Sementara akupun justru berteduh dalam kesendirian

Jika kau tidak keberatan
Bolehkah aku sembunyikan kesepianku di balik warna-warnamu
Barang kali aku bisa menemukan kehangatan

Atau mungkin pinjamilah warnamu sebentar saja
Atau jadikan aku angin di bawah lengkung menawanmu
Aku ingin terlihat mempesona sebentar saja

Aku bosan melihat biru lautan
Atau debu pelabuhan
Aku ingin lebih dekat dengan awan

Tuesday, 1 August 2017

Ingin Hilang Ingatan

Andai saja awan mengajariku bagai mana menjadi mendung
Mungkin aku sudah turun ke bumi sebagai hujan yang siap melupakan segalap apa menjadi mendung

Andai saja hujan juga mampu menghapus ingatanku
Mungkin aku rela semalam terguyur derasnya rintik air
Akan kubiarkan derainya mengusir bayangmu yang masih berteduh di sudut hatiku

Andai saja gelombang tinggi mampu menghanyutkan masa lalu
Akan kubiarkan aku tenggelam bersama kenanganku denganmu
Agar aku bisa melupakan waktu saat bersamamu

Andai saja angin mengajariku bagaimana berhembus
Mungkin aku sudah menjadi badai yang lupa dengan kehacuran yang pernah diciptakan

Dan warna biru serta rona mentari,
Seandainya datang untuk mengajariku bagaimana tetap mempesona
Mungkin aku sudah menjadi tujuh warna pelangi

Aku benar-benar ingin hilang ingatan
Dari kenangan yang tidak pernah mengajari bagaimana melupakan

Wednesday, 5 July 2017

Cerita Pendek tentang Pertemuan Tak Terduga

Tak rindukah dengan raut wajah yang pernah kau tampar
Bukankah seharusnya membiarkan tangan kita saling berjabat walau hanya sebentar
Bukannya justru tanganmu kau buat menutupi sebagian wajah cantikmu

Rugikah jika tersenyum sedikit saja
Walau untuk orang yang tidak pantas mendapatkannya
Atau haruskah kubertanya seberapa mahal harga senyuman itu sekarang
Jangan kira aku tidak bisa membelinya
Hingga kau lebih memilih menyimpannya di balik jemarimu
Menyimpannya jauh di dalam lubuk hatimu
Padahal di dalam lubuk hatimu jelas-jelas sudah tidak lagi tersimpan namaku
Padahal senyummu bisa jadi adalah obat terakhir untuk luka yang selama ini kuderita

Nyaris aku hendak berbicara dengan bahumu setelah kau benar-benar jauh berpaling
Itu pasti benar-benar terjadi jika tidak ada tangan yang mendampingmu
Dan karena aku tidak mau tangan itu ikut menaruh kenangan di wajahku
Sudah cukup bekas luka darimu saja yang membekas di pipi ini