Thursday, 20 September 2018

Indonesiaku

Negeri laut biru berawan kelabu
Negeri tempat persembunyianku
Dari anjing-anjing galak yang menggonggong di malam hari
Dan kucing-kucing liar yang suka berkelahi

Negeri merah putih
Negri ibu pertiwi
Di sana tempat tinggalku yang kumuh penuh tikus itu berdiri

Monday, 20 August 2018

Kepada Siapapun

Dari sebelahanapun hari ini akan diterbitkan
Berikan aku ruang untuk menikmati mentari pagi
Agar sajak demi sajak dapat kurangkai kembali

Kemanapun arah langkahku siang ini
Atau siapapun yang akan mengantarkanku pada sore hari
Atau siapapun yang justru memilih untuk menantiku di tepian senja
Atau siapapun yang mungkin hanya rela menyapa
Abaikan peribahasaku yang sulit untuk diterjemahkan
Biarlah menggodamu menjadi sebuah kebiasaan

Seandainya malam nanti tidak menjadi milik kita berdua
Atau tidak satu bintangpun dapat kuraih untukmu
Paling tidak kita pernah berdebat tentang warna senja

Sunday, 22 July 2018

Ruang Pagiku

Mentari menyingsing di tepian genting tetangga
Menggagalkan impian yang sudah kubawa tidur selama berjam-jam lamanya

Dalam penantian yang sudah memenjarakanku selama berbulan-bulan
Aku masih duduk dengan secangkir harapan
Bersandar kuat pada kemalasan

Hanya beribu debu yang bisa kunikmati
Kutabur dan kuramu dengan resah gelisah
Kutuang dan kusedu dengan sembilu
Kunikmati sendiri di beranda penantianku yang belum pasti

Jika hangat pagi permisi pergi
Dengan siapa lagi harus kunikmati sisa hari ini
Tidak ada lagi kabar darimu di majalah mingguan
Tidak ada lagi gambar wajahmu di halaman depan

Cangkirku terjatuh pecah
Harapan-harapanku tumpah
Impianku musnah
Ruang pagiku mulai mengusirku perlahan